Nasib Bisnis SIM Card Sekali Pakai Setelah Registrasi

By | 27 Februari 2018

Nasib Bisnis SIM Card Sekali Pakai Setelah Registrasi

Mulai 31 Oktober 2017, pemerintah mewajibkan pelanggan baru kartu SIM (pembeli SIM card perdana) untuk melakukan registrasi kartu dengan mencantumkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor Kartu Keluarga (KK).

Pelanggan lama yang sudah memiliki kartu SIM prabayar (SIM card aktif) sebelum 31 Oktober 2017 juga diwajibkan melakukan registrasi ulang dengan cara yang sama. Dalam proses pelaksanaan registrasi, ada banyak pertanyaan yang muncul di masyarakat, misalnya terkait tata cara dan prosedur pendaftaran.

Berdasarkan siaran pers Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkeminfo), registrasi perlu dilakukan dalam rangka memberi perlindungan terhadap konsumen, terkait penyalahgunaan nomor ponsel oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab. Seperti upaya penipuan dan hoax. Di baliknya juga ada kepentingan National Single Identity yang dicanangkan pemerintah, di mana sistem operator seluler terhubung dengan database Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) sehingga identitas pemilik kartu prabayar akan terkait langsung dengan data kependudukannya. Dasar hukum registrasi kartu prabayar ini tertuang dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 14 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 12 Tahun 2016. Selengkapnya bisa dilihat di tautan berikut.

ATSI atau Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia pun angkat bicara mengenai nasib bisnis kartu perdana sekali pakai. Meski dilakukan regisrasi menggunakan NIK dan KK, penjualan kartu perdana sekali pakai khususnya kartu perdana paket data tetap bisa dilakukan. Pengguna atau konsumen yang membelinya harus tetap melakukan registrasi menggunakan NIK dan KK untuk kartu tersebut.

“Tidak. Bisnis tetap berjalan. Show must go on. Tetap (registrasi). Kankemarin jualan itu juga pakai registrasi. Kalau lebih dari tiga (nomor) daftarnya di galeri. Bukan dilarang, daftarnya di galeri.”

Sebenarnya tidak ada batas jumlah yang bisa didaftarkan oleh pengguna, namun ada syarat tertentu. Syarat tersebut adalah, bila menggunakan metode SMS, satu orang pengguna hanya bisa mendaftarkan tiga nomor prabayar dari satu operator yang sama. Pengguna tersebut tetap bisa mendaftarkan lebih dari tiga nomor dari satu operator yang sama, tapi harus dengan cara datang langsung ke gerai operator tersebut.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *