Serba – Serbi di balik Pemilihan Presiden 2019

By | 27 Maret 2019

Serba – Serbi di balik Pemilihan Presiden 2019

Pemilihan Presiden 2019 kini menjadi salah satu topic yang sedang hangat diperbincangkan. Karena pada tahun 2019 ini negara Indonesia akan merayakan salah satu pesta demokrasi yang diadakan secara rutin selama lima tahun sekali yakni pemilihan Presiden. Seperti yang kita ketahui jika seorang presiden dalam satu periode memiliki masa jabatan selama lima tahun penuh. Jika sudah memenuhi masa satu periode maka akan kembali diadakan pemilihan. Dan seseorang boleh menjadi presiden maksimal selama dua periode sehingga seorang presiden yang baru menjabat satu kali masa jabatan masih berhak untuk dipilih kembali untuk menduduki kursi yang sama selama lima tahun ke depan.

Beberapa hal penting mengenai pemilihan presiden 2019

Pemilihan Presiden 2019 kali ini memiliki banyak sekali berita yang beredar baik berita yang benar maupun yang hanya sekedar hoax. Penyebab utama mengapa tahun ini memiliki banyak sekali berita dengan segala jenis topic yang berkaitan dengan pemilihan presiden adalah karena kemajuan teknologi yang sangat cepat. Jika dahulu masyarakat hanya melihat dari televisi atau menyebar secara oral dari mulut ke mulut, kini masyarakat bebas mengakses jaringan portal berita dan juga media sosial yang banyak dijangkau melalui jaringan internet. Orang –orang bebas mengemukakan pendapat mereka dengan hampir tidak terbatas sehingga akan menciptakan banyak sekali spekuliasi yang beragam. Baik yang berskala ringan hingga yang memprovokasi. Sayang sekali rupanya undang-undang ITE yang ada di Indonesia masih belum cukup kuat untuk menjadi banteng bagi mereka yang sering berucap di media sosial. Maka dari itu kita sebagai masyarakat yang kini hidup di era digital 4.0 harus benar-benar bisa memilah dan cukup ijak untuk membuat sebuah pernyataan yang harus bisa dipertanggungjawabkan kelal.

Pemilihan Presiden 2019 kali ini membawa banyak sisi positif baik untuk kalangan muda maupun generasi tua. Salah satunya adalah dengan banyaknya isu yang beredar akan mendorong generasi muda untuk melek politik. Mengurangi rasa apatis terhadap politik karena suara yang akan mereka berikan akan sangat berarti untuk kehidupan seluruh lapisan masyarakat selama lima tahun kedepan. Keadaan ini akan menuntut segala kalangan untuk benar-benar berpikir mengenai pilihan mereka karena akan berdampak langsung akan perubahan hidup mereka. Kemudian dituntut pula untuk memilah berbagai macam berita dan juga kabar membuat masyarakat benar-benar kritis dalam mengolah informasi. Karena banyak keluarga maupun teman dekat yang kemudian menjadi renggang dan retak hanya karena perbedaan pendapat.

Pemilihan Presiden 2019 membuat segala kalangan menjadi kritis dalam mengolah informasi dan membawa dampak ketertarikan masyarakat dalam berbagai bidng yang sebelumnya tidak pernah mereka berikan perhatian. Karena setiap pasangan yang mencalonkan diri sebagai presiden maupun calon presiden kini berlomba-lomba untuk membuat berbagai macam program di berbagai bidang sehingga masyarakat tiba-tiba menaruh perhatian dan juga haus informasi supaya mereka tahu mana yang bisa dijadikan panutan dan juga sebagai bahan penting serta faktor penting dala membuat keputusan nanti pada 17 April 2019 mendatang.

Pemilihan Presiden 2019 ini jika ditilik lebih dalam lagi sebenarnya bisa disikapi dengan berbagai cara positif dan tidak membawa perpecahan. Karena sebenarnya kita juga harus benar-benar mengaplikasikan asas pemilu yang dimiliki oleh Indonesia. Bahwa hak yang dimiliki oleh setiap pemilih adalah bebas dan tidak memberikan paksaan pada pihak manapun dan dimanapun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *